Oleh: Ahmad Gozali
Assalamualaikum wr wb
Pak Gozali,
Nama saya Nurjanah. Saya sudah berkeluarga dan Insya Allah sebentar lagi dikaruniai buah hati. Saat ini kami masih tinggal di rumah kontrakan dengan harga sewa 12,5 juta per tahun. Sejak awal pernikahan 2,5 tahun lalu, kami sudah mulai menabung dan Alhamdulillah sekarang kami sudah memiliki Rp 45 juta rupiah. Dengan tabungan tersebut, kami bermaksud menggunakannya sebagai uang muka cicilan rumah seharga Rp 300 juta rupiah.
Tetapi setelah mengunjungi beberapa bank, kami menjadi ragu. Sebab, untuk kredit selama 15 tahun, bunganya saja hampir sama dengan harga rumah itu sendiri. Akhirnya, kami menunda niat kami untuk mencicil rumah dan berpikir untuk menabung/berinvestasi dulu. Sebulan terakhir, kami menginvestasikan dana kami sebesar Rp 10 juta di reksadana saham, Rp 15 juta di reksadana campuran, Rp 10 juta di deposito, dan sisanya di tabungan biasa. Untuk ke depannya, kami pun terus berinvestasi dan menabung dengan harapan dua sampai tiga tahun ke depan kami dapat membeli rumah seharga 300-350 juta rupiah tunai.
Nah, yang ingin saya tanyakan:
1. Bisakah dengan berinvestasi dan terus menabung, bisa mengejar harga properti seperti sekarang ini?
2. Komposisi investasi seperti apakah yang dapat menghasilkan return optimal dengan tidak melupakan faktor risikonya?
Sebagai tambahan informasi, pendapatan kami sebulan tujuh juta rupiah. Mohon penjelasannya. Terima kasih.
Nurjanah
Jawaban:







