oleh: Ahmad Gozali
Assalamualaikum Wr Wb
Pak Gozali,
Orangtua kami dahulu mempunyai usaha wartel dan perias pengantin. Namun, omzet dari usaha wartel makin turun karena persaingan dengan handphone. Belum lagi adanya utang kartu kredit untuk renovasi rumah yang over budget. Utang kartu kredit perlahan-lahan telah dilunasi oleh anak-anak. Meski anak-anak belum mapan sekali tapi sudah bisa mandiri dan membiayai orangtua tiap bulan. Saat ini, orangtua berkeras minta dibelikan ruko untuk tempat usaha baru seperti menjual sembako atau menjual makanan. Orangtua saya mengatakan, mereka perlu kegiatan, kalau diam saja mereka malah merasa 'sakit'.
Keluarga kami memiliki empat anak, semua sudah menikah. Apakah bijaksana bila salah satu dari kami berusaha memaksakan untuk memberikan lapangan usaha tersebut (dengan cara beli ruko, renovasi ruko dan modal usaha sembako) kepada orangtua mengingat usia yang sudah cukup lanjut, kesehatan, dan track record keuangan yang buruk akibat adanya utang bank/kartu kredit yang tidak tertangani? Nantinya, usaha itu murni ditangani oleh orangtua, karena kami pasti sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Mohon saran. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
Andi, Jakarta
...oo0 Silakan Download Jawabannya Disini 0oo...







