BISA TETAP LIBURAN SAAT EKONOMI SULIT
oleh: Eko Endarto
Senangnya, liburan sekolah telah tiba. Bagi anak, setelah berbulan-bulan berkutat dengan berbagai PR, tugas, dan tumpukan buku, inilah saatnya bermain dan menyegarkan otak, sebelum tahun ajaran baru dimulai. Bagi orangtua, kesibukan mereka saban hari di kantor bakal mereka tebus dengan mengajak anak-anaknya liburan.
Tapi, bagaimana dengan tahun ini? Kenaikan harga pangan, BBM, dan harga-harga lainnya tentu berdampak buruk buat keluarga. Masalahnya, apakah acara liburan yang sudah lama dinanti dan dirancang itu harus dibatalkan?
Kalau bijak, liburan tetap bisa dilakukan kok. Untuk itu ada beberapa langkah yang bisa kita tempuh.
Pertama, jadikan liburan sebagai kebutuhan primer. Dengan segala kesulitan saat ini, cobalah menjadikan liburan sebagai kebutuhan primer. Artinya, liburan harus masuk dalam anggaran pengeluaran rumahtangga tiap tahun....







