Oleh: Ahmad Gozali
Assalamualaikum Wr Wb
Pak Gozali,
Saya sangat menyukai artikel dan ulasan yang Bapak berikan di Republika, dan saya juga lumayan rajin mengikuti perkembangan di situs: www.perencanakeuangan.com karena saya menemukan banyak sekali manfaat dari berbagai artikel maupun tips yang ada di sana. Melalui kesempatan ini, saya ingin turut bertanya dan meminta sumbang saran dari Pak Gozali.
Akhir-akhir ini saya sedang tertarik untuk memiliki asuransi sebagai proteksi masa depan. Masalahnya Pak, saya ini benar-benar awam tentang asuransi. Sampai saat ini, saya dan suami sudah ikut dua program asuransi dari dua pihak dan dua produk yang berbeda, yaitu:
1. Suami saya (karyawan) umur 30 tahun, bulan Mei 2006 mulai ikut asuransi di perusahaan A dengan produk unit link. Premi (bulanan) yang harus dibayar tiap bulan adalah Rp 500 ribu (per tahun Rp 6 juta) dengan uang pertanggungan Rp 60 juta. Yang saya baca di polisnya, premi ini harus dibayar selama masa kontrak sampai dengan suami berumur 100 tahun (berarti sama saja bayar premi seumur hidup ya, Pak?). Premi yang dibayar termasuk rider untuk kesehatan dan kecelakaan, jadi sepertinya dari tahun ke tahun premi yang kami bayar bisa mengalami kenaikan, tergantung perhitungan rider-nya juga (benar begitu kan Pak?).
2. Saya sendiri, karyawati berusia 28 tahun. Oktober 2006 mulai ikut asuransi B dengan produk unit link juga. Premi (tahunan) yang harus dibayar tiap tahun adalah Rp 3 juta dengan uang pertanggungan Rp 216 juta. Premi ini hanya dibayar selama lima tahun, dengan masa kontrak sampai saya berumur 75 tahun. Saya tidak memilih rider apapun, jadi selama lima tahun ini premi total yang perlu saya bayarkan adalah Rp 15 juta.
Dari dua poin di atas Pak, ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan:
* Mengapa dari dua produk yang kami (saya dan suami) miliki bisa berbeda jauh ya, Pak? Maksud saya, untuk polis suami terlihat bahwa kami harus bayar polis seumur hidup, per bulan Rp 500 ribu dengan uang pertanggungan Rp 60 juta. Tapi untuk polis saya terlihat begitu menggiurkan, hanya bayar premi lima kali dengan Rp 3 juta per tahun, tapi uang pertanggungan bisa mencapai Rp 216 juta. Walaupun sama-sama produk unit link, bisa diambil sewaktu-waktu dan nilainya bisa berkembang sesuai nilai investasi di pasar, tapi mengapa nilai pertanggungannya bisa beda jauh ya, Pak?
* Jika nanti kami tertarik untuk mengambil produk asuransi yang lain, apakah bisa kami memiliki polis lebih dari satu untuk masing-masing orang? Apa saja kelemahan dan kelebihan dengan memiliki polis asuransi lebih dari satu untuk satu orang?
Atas perhatian dan bantuan dari Pak Gozali, saya ucapkan banyak terima kasih. Salam.
Endah, Kudus
Jawaban:
...oo0 Silakan Download Jawabannya Disini 0oo...







